Breaking News
Loading...
Kamis, 15 September 2016



Disuatu siang yang panas, Pungo tampak kegerahan sambil mengipas-ngipas dirinya di teras depan, angin sunguh engan untuk menari. Tiba-tiba pandangan Pungo tertuju pada penjual Es Krim yang baru saja lewat dari depan rumahnya, Dia membayangkan dirinya menjadi tukang Es Krim yang memulai karirnya dari nol, Dia terus membayangkan bagaimana nikmatnya menikmati kerja keras. Pungo terus berangan-angan untuk menjadi pengusaha Es Krim yang kaya raya. Hingga Dia tersadar bahwa ibunya dari tadi memangil dirinya untuk membeli garam, sepontan Pungo menjawab ibunya dengan kasar dan malah memarahi balik.

Kita juga sering seperti si Pungo, hanya semangat mencapai impian dalam angan-angan. Tapi ketika kita menjalani situasi rill kita menolaknya dan sama sekali engan untuk melakukan apa yang sudah kita angan-angankan tadi untuk menjadi orang yang kaya/sukses

PM: RASA PUAS MEMBANGKITKAN UCAPAN SYUKUR..
        SEBALIKNYA, TIDAK PERNAH PUAS MEMICU KETAMAKAN.

0 komentar:

Posting Komentar